您现在的位置是:里应外合网 > ekonomi
JOKERBO Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
里应外合网2026-04-10 17:11:25【ekonomi】0人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan JOKERBO
Nanti setelah sebulan,JOKERBO kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
很赞哦!(3)
相关文章
- Malut United dan PSM Makassar berbagi satu poin di Ternate
- Lawan PSBS Biak, debut Imran Nahumarury bersama Semen Padang
- Hendri Susilo: Kami optimistis raih poin di kandang Madura United
- Persija tertahan di JIS, Mauricio sesalkan kurangnya kontrol permainan
- Persita curi tiga poin penuh dari markas PSM Makassar
- Penjualan tiket FIFA Series 2026 dibuka, mulai Rp150 ribu
- Persik petik poin penuh di kandang setelah bekuk PSBS 2
- Jordy Wehrmann ingin Madura United segera putus tren negatif
- Bali United ditahan imbang kontra Persijap tanpa gol
- PSIM kembali menang, Van Gastel masih beri catatan evaluasi
热门文章
站长推荐

Bahlil akan beri insentif konversi motor bensin jadi listrik

Persija tertahan di JIS, Mauricio sesalkan kurangnya kontrol permainan

Juventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik

Milo sebut Persis butuh satu permainan terbaik untuk menang

Persija Jakarta gagal tempel Persib usai ditahan imbang 2

Jadwal Super League pekan 25: Persib jamu Persik, Borneo vs Persebaya

Kurniawan anggap semua calon lawan di Piala AFF U17 cukup berat

PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series